Jumat, 28 Agustus 2015

Sore yang indah sepulang perkemahan .Ari menjemput Mawa untuk mengantarkan pulang kerumah.Hujan pun tiba ,akhirnya Ari dan Mawa berhenti didepan Toko. Setiba dirumah terjadilah permasalahan itu,tiba-tiba Yuzuf menelpon Mawa"Syank, Sandiwara apa yang sedang terjadi?".Mawa kebingungan tidak mengerti maksud Yuzuf,"Maksud kamu apa Yank ?"."Seharusnya aku yang nanya,maksud kamu apa dengan semua ini ,jangan kamu kira aku gak tau."Dengan suara kasar.Terputuslah telepon itu,Mawa mulai memikirkan permasalahan yang sedang terjadi.
Malam yang gelap membuat permasalahan itu semakin panas,lalu Yuzuf menelpon Mawa ."Syankk, siapa Ari ?".Mawa pun terdiam seakan tau permasalahan yang sdang terjadi.Yusuf berkata"Kok diam yank ? tadi Dia nelpon Aku." .Langsung menjawab perkataan Yuzuf"Ngomong apa dia yank ?" .Yuzuf menjawab "Kamu tanya aja sendiri"terputuslah telepon itu. Berbagai macam sms Mawa kirim ke Yuzuf tak ada satupun balasan dari Yuzuf. Lalu Mawa juga mencoba sms Ari."Unyu, aku minta ma'af." Mawa memohon.Ternyata semua itu tak membantu, ternyata Ari juga merasa dibohongi selama 1 tahun pacaran . Lalu Ari membalas "Kenapa semua ini kamu lakukan, seandainya dulu kamu bilang kamu sudah punya pacar , aku akan pergi tinggalin kamu" .Mawa membalas sms Ari"Aku menyesal dengan semua ini " .Dengan sabarnya Ari menghadapi kelakuan Mawa "Sekarang Kamu pilih aku atau dia ?". Mawa dengan spontan membalas"Aku minta ma'af yeah, Aku lebih memilih Yuzuf daripada kamu" .Seakan kata-kata itu seperti pisau yang tajam,kini Ari pergi seperti angin tanpa meninggalkan kata sedikit pun.
Mawa mencoba menjelaskan dengan Yuzuf ,tapi Yuzuf terlanjur kecewa dan mengacuhkan Mawa .Lalu Mawa sms."Syank ,jujur aku udah bersandiwara selama ini ,aku begini karena kamu dulu gak perhatian denganku,seharusnya aku bisa menjaganya , dan mengerti kamu.Sekali lagi ku minta ma'af dengan semua sikapku.Sekarang terserah kamu.Mau lanjut atau break.".
Keesokan harinya Yuzuf sms "Ma'af kayaknya aku gak bisa lanjutin ini semua,kita break dulu". Betapa hancurnya Mawa membaca sms itu. Kini Mawa kehilangan semuanya. Hanya dirinya sendiri dan lembaran baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar